Friday, July 01, 2011

When Love & Hate Collide, who is the winner?

2 komentar
3 days of holiday with him, 3 days of quarrel
But I guess, yesterday was the worst quarrel, because it ended up by I yelled "hate you" to him.
Words that I never yelled before, and it showed that I was really frustrated to him.
Even though he tried to be nice to me and said sorry, but it couldn't melt my heart like used to be
I was really pissed off
Pissed off for everything that he blamed me of
Pissed of for his judgement to me
And all I can think of go away from him
I was tired for being tired
But when I look out all of my blog that I've wrote about him since I had feeling for him,
I know that deep in my heart, I "benci" him
BENar-benar CInta"

These are the blog that I've talked about:
http://lauceluv.blogspot.com/2009/09/grateful.html
http://lauceluv.blogspot.com/2010/08/ramalan-facebook.html
http://lauceluv.blogspot.com/2010/08/someone-who-loves-me.html
http://lauceluv.blogspot.com/2010/04/i-saat.html






I was too tired to hold on but I also too in love to let go, even though we will quarrel again, but hopefully it can make our relationship stronger than before

Sunday, May 29, 2011

Love our mate

0 komentar

Dlm sebuah rumah mewah, hiduplah suami istri. Mrk sangat harmonis & berusaha meraih kehidupan yg mapan.

Namun setelah 10 thn menikah mrk belum dikarunia seorang anakpun. Mrk saling mencintai, tetapi si suami berkeinginan menceraikan istrinya karena dianggap tidak mampu memberinya seorg pewaris. Setelah berdebat lama & cukup sengit, si istri yg terluka akhirnya menyerah.

Melalui percakapan berkali-kali dgn berat hati orang tua mrk menyetujui dengan syarat, sebelum bercerai mrk harus mengadakan pesta seperti pernikahan mereka dl.

Maka pesta megah diselenggarakan, pesta yg tidak membahagiakan siapapun. Suami tampak tertekan & meneguk anggur sampai mabuk berat, sementara si istri menghapus air matanya sesekali.

Disaat tak terduga si suami yg mabok dgn lantang berkata, "Istriku, saat kau pergi nanti, semua barang berharga atau apa pun yg kau sukai, boleh kau bawa & menjadi milikmu!" Seetlah berkata demikian ia kembali meneguk anggur sampai tak sadarkan diri.

Keesokan harinya dgn kepala bert si suami terbangun & sadar bhw ia tdk tdr di kmrnya. Ia tdk mengenali kmr itu selain sosok yg sdh dikenalnya berthn2, disampingnya, yaitu istrinya. "Ada di manakah kita? Apakah aku masih mabuk & bermimpi?" Dgn penuh cinta si istri menjwb, "Kita di rmh org tuaku. Td mlm, didpn para tamu kamu mengatakan bhw aku boleh membawa apa sj yg kusayangi. Di dunia ini tdk ada brg yg lbh berharga & kusayangi dgn sepenuh hati selain kamu. Krn itu kamu kubawa ke rmh org tuaku"

Si suami termenung, lalu ia memeluk istrinya, "Maafkan aku sayang, krn aku bodoh & tdk menyadari dlmnya cintamu pdku. Walau aku telah menyakitimu & ingin menceraikanmu, ttp kau mau membawaku bersamamu, dlm keadaan apapun".

Dlm pernikahan, suami hrs lebih mengasihi istri drpd anak, demikian jg dgn istri. Krn berkah yg paling utama dlm pernikahan adalah pasangan kita, bukan anak. Anak merupakan berkah tambahan di dlm kehidupan suami istri, yg berkomitmen setia sampai maut memisahkan....
Best Regards,
Laura I.A

www.lilinkecil.com
Your Christian Online Bookstore

Saturday, April 23, 2011

He Could Have Called Ten Thousand Angels

0 komentar
Lagu Hymn ini berbicara banyak sekali dalam Jumat Agung kemarin. Melihat kedalaman makna kata-katanya, mengingatkan aku bahwa kesusahan yang aku alami sekarang tidak ada apa-apanya dibanding dengan Yesus Kristus dalam penderitaan menuju kayu salib.
Hmm...susah sekali mendeskripsikan dalam kata-kata apa yg kurasakan dalam lagu ini...

They bound the hands of Jesus in the garden where He prayed;
They led Him thro' the streets in shame.
They spat upon the Savior so pure and free from sin;
They said, "Crucify Him; He's to blame."




He could have called ten thousand angels
To destroy the world and set Him free.
He could have called ten thousand angels,
But He died alone, for you and me.




Upon His precious head they placed a crown of thorns;
They laughed and said, "Behold the King!"
They struck Him and they cursed Him and mocked His holy name
All alone He suffered everything.




He could have called ten thousand angels
To destroy the world and set Him free.
He could have called ten thousand angels,
But He died alone, for you and me.




When they nailed Him to the cross, His mother stood nearby,
He said, "Woman, behold thy son!"
He cried, "I thirst for water," but they gave Him none to drink.
Then the sinful work of man was done.




He could have called ten thousand angels
To destroy the world and set Him free.
He could have called ten thousand angels,
But He died alone, for you and me.




To the howling mob He yielded; He did not for mercy cry.
The cross of shame He took alone.
And when He cried, "It's finished," He gave Himself to die;
Salvation's wondrous plan was done.




He could have called ten thousand angels
To destroy the world and set Him free.
He could have called ten thousand angels,
But He died alone, for you and me.

Saturday, April 09, 2011

Crazy Little Thing Called Love

0 komentar
Ini judul fim Thailand yang barusan kutonton



dan film ini seperti rekaman masa SMP, SMA, dan kuliah :)
Menyukai seseorang secara diam-diam selama bertahun-tahun dan melakukan segala daya upaya buat dekat dengan dia, bahkan akhirnya mengambil resiko untuk menyatakan isi hati kepada cowok tersebut. dan ditolak oleh cowok itu :( but life still goes on right!

Finally, I found the one that I will married this december..

tapi, ketika menonton film ini lagi seperti mengingatkanku akan seseorang yang selalu ada di dalam mimpiku. Walaupun sudah dihapus dari FB, YM, hp, dll tapi dia tidak pernah berhasil kuhapus dari hatiku.
Selalu merasa berdosa akan hal ini :(
Rasanya ia sudah tahu akan perasaan ini, dan kami sudah menyepakatinya bahwa kami hanya berteman, tapi kenapa rasa ini masih ada yah?

This is the soundtrack of the movie... Jeritan suara hatiku :(



dan sewaktu membuat ini.. dia sedang dalam perjalanan balik ke arab saudi sehabis dari nepal

Friday, February 25, 2011

Cinta dan Komitmen

0 komentar

Percakapan si A dan si B :
A : Aku tdk menyukai istriku lg !
B : Pulang dan cintailah dia
A : Anda tdk mengerti aku, aku sdh tdk punya perasaan itu lg.
B : Pulang dan cintailah dia
A : Tetapi scr emosi aku berarti tdk jujur kalau aku memperlakukan istriku spt itu, pdhl aku tdk merasakannya.
B : Apakah menurutmu Ibumu mencintaimu?
A : Tentu saja (dg mantap)
B : Kira2 1 minggu stlh ibumu plg dr RS & membawamu plg, dan kamu menangis menjerit2 di tengah mlm krn popokmu basah dan dia terpaksa bangun walau tubuhnya masih sangat letih, berjalan di lantai yg dingin tanpa alas kaki utk mengganti popokmu dan menyusuimu. Apakah menurutmu dia sungguh2 menikmati itu semua?
A : Tidak (menunduk)
B : Kalau bgtu, Apakah Ibumu secara emosi jg tidak jujur?
Ukuran besarnya cinta bukan krn dia menikmati mengganti popok di tengah mlm, melainkan krn ibumu RELA melakukan itu semua meski dia tdk begitu menyukainya.
Pernikahan tdk hanya didasari perasaan Cinta, lbh dari itu yaitu KOMITMEN.
Saat pertama seseorg menikahi istrinya pasti krn cinta, ttp cinta yg menggebu2 akan padam seiring dg berjalannya WAKTU
Hanya KOMITMEN yg membuat Cinta manggebu2 mjadi Cinta yg matang dan dewasa
Lalu.. apa yg disebut dg Cinta Sejati ?? Cinta sejati adalah cinta yg tdk memikirkan untung rugi, cinta yg rela berkorban demi seseorg yg dikasihinya. Inilah cinta yg hrs diusahakan dlm setiap Pernikahan.
Ada org berkata "aku cinta kamu".. berarti : "aku ingin memilikimu & biarlah km kumiliki" adlh cinta yg "egois" krn hnya bgantung pd perasaan seseorg. Sebab perasaan akan dimakan oleh wkt dan bisa saja perasaan ini muncul pd diri org lain.
Suasana hati mudah brubah, kondisi fisik smakin tua dan tdk menarik, KOMITMENlah yg menyelamatkan pernikahan.
Berani melakukan "tindakan" baik dlm keadaan suka maupun tdk utk mengasihi pasangan & mempertahankan Pernikahan yg telah Tuhan anugrahkan.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sunday, February 06, 2011

yay..

0 komentar
Finally,our parents met and we're engaged.
Our wedding preparation is officially started :p

Thursday, December 30, 2010

Roller coaster of love

3 komentar
27 December 2010
Our first anniversary...
Everything seems perfect.. he gave flowers and I gave him a wallet..
i was so in love.. we went dinner and in the end he allowed me to buy new BB.

28 December 2010
i feel not well since I cant sleep last night. But he is very patient and cheer me up

29 December 2010
Chatting seperti biasa di kala siang hari, namun ketika sampai malam hari; belum ada tanda-tanda dia akan/sudah ngomong dengan orang tuanya. Setiap kali bertanya, hanya dijawab sabar. Sampai akhirnya dia mengakui kalau dia tidak yakin 100% untuk merit dan membutuhkan waktu sampai akhir tahun (padahal sudah diberi waktu sebulan lebih), tanpa menjelaskan alasannya.

Dan sekarang gw yg lagi kebingungan dan sedih ini, dianggap jadi melodrama sama dia :(

Thursday, December 23, 2010

It's not Christmas without you

0 komentar
Now its Christmas and you’re so far away
On this Christmas I just wish you had stayed
And I wonder if you’re thinking of me today
I don’t know what I’ll do its not Christmas without you

I hear carols in the distance
Don’t want to listen because every sound says your not here
Just in case you change your mind I’ll leave a light over the door
And hope you suddenly appear

It's not Christmas without you


Tuesday, December 14, 2010

Will you?

4 komentar
Finally,
he "propose" me or asking me about the possibility marriage in 2012 3 weeks ago.
Actually, I want in 2011 but after thinking about our economy and wedding preparation, I agree in February 2012 :)

 he hasn't talk with my family or his family but in several times, he started to confess me that we ACTUALLY gonna marry in 2012.

i started to browsing the bridal, made guest invitation list, the theme of the wed party and my friends are so excited :) I know I cant wait long enough especially when I saw this video



sometimes I wish that Hansen will propose in romantic way (which I know its not gonna be happen).

and when someone in the past start to knocking on the door again,
why I'm so happy :(

I wish i can have chance to meet him before i get marry and prove my feeling that I don't have heart again with him

Saturday, November 20, 2010

Day 2&3 : Not Egocentric

0 komentar
Sebuah artikel dari sebuah buku tentang keluarga (penulisnya sendiri yang mengirimkan tulisan ini), awalnya sangat malas membacanya tetapi ketika dibaca, wow...bagus sekali. Rasanya ini jawaban untuk pertanyaan seorang teman kepadaku beberapa hari yg lalu dan juga pertanyaan untuk pergumulanku sendiri, "Buat apa sih kita menikah? Toh menikah juga bukan jaminan kita bahagia."

Iya yah..hampir seluruh barang didunia ini diciptakan sepasang (misalnya sepatu, kaca mata, gunting) ... Kita tidak akan bisa menggunakan fungsi barang tersebut secara maksimal, jika kita tidak menggunakannya secara sepasang. demikian juga manusia, jika ia hanya seorang diri, maka ia tidak akan bisa menggenapi rencana Allah dalam hidupnya. ia butuh seorang partner, dan melalui partner tersebut Tuhan juga membentuk karakternya.

Aku jadi berpikir kebahagiaan seperti apa yang Tuhan mau di dalam suatu hubungan? apakah jika kita merasa bahagia, maka itu kebahagiaan yang Tuhan mau? Ataukah kebahagiaan itu adalah ketika kita semakin dibentuk karakter kita, iman kita, pengharapan kita, walaupun itu menimbulkan air mata dan sakit di dalam proses belajarnya?

_______________________________________________________________________________


Kita tidak dipanggil untuk hidup sendirian. Melalui hidup sehari-hari, kita sadar sungguh membutuhkan banyak orang.

Jika mau menjadi diri kita sendiri saja, U are U! Kata iklan, tanpa peduli orang lain, akhirnya hidup terisolasi. Pelan-pelan kita malas memperhatikan orang lain, padahal manusia dipanggil Tuhan untuk hidup bersekutu, terutama dengan keluarga yang kita kasihi.

Dalam Alkitab, panggilan ini Tuhan berikan kepada Adam, ”Tidak baik kalau manusia seorang diri saja, Aku akan menjadikan seorang penolong yang sepadan dengan dia.”

Ada wadah yang Tuhan sediakan agar kita belajar tidak egois. Wadah itu dalam bentuk keluarga, ada pasangan, ada anak-anak. Dalam hidup bersama-sama kita diasah untuk makin menyerupai Kristus.

Kalau sampai ada orang berkata,”Saya tidak butuh orang lain. Saya bisa kok hidup sendiri saja.” Ini adalah kesombongan yang luar biasa. Lihatlah semua yang menempel pada tubuh: kaca mata, baju, celana, jam tangan. Tidak bisa kita buat sendiri bukan?

Saya mau menceritakan kisah pernikahan Martin Luther, reformator yang sangat kuat kepemimpinannya. Dia ada kelemahan, kemarahannya meledak-ledak, jelas seorang kholerik. Kemudian beliau menikah. Isterinya, Kathy van Bora, adalah wanita Saxon yang berlidah tajam, seperti pisau. Begitu bicara, orang yang mendengarnya serasa diiris-iris sampai berdarah-darah. Ih ngeri...

Yang mengherankan, pernikahan mereka berjalan dengan lancar. Seperti pepatah mengatakan air sama air kelak menyatu, sampah itu pun ke tepi juga. Mereka menikmati kedamaian dan cinta kasih. Apa rahasianya? Martin Luther mengatakan, pernikahan adalah seperti sekolah pembentukan karakter. Kami berdua banyak belajar di sekolah itu.

Sekolah tidak usah pergi jauh-jauh. Rupanya sekolah ada di rumah. Begitu bangun tidur langsung sekolah sampai malam tiba. Sekolah ditutup untuk dibuka keesokan harinya saat mata terbuka menyingsing hari yang baru.

Keberhasilan pernikahan adalah dua orang yang tidak takut berubah dan bertumbuh. Mereka sama-sama tidak egois yang hanya menuntut pasangan berubah tapi justru mau menuntut perubahan diri sendiri.

Dalam keluarga ada INTERAKSI dan PERSEKUTUAN yang sejati. Persekutuan (fellowship) berarti mengalami hidup bersama-sama. Ada sama dimakan, tidak ada sama ditahan.

Suami istri yang telah ber-Janji Nikah di hadapan Tuhan. Sebuah janji yang mengikat, saya bersedia sehidup semati. Bukannya saya hidup kamu mati. Tapi maksudnya selalu bersama-sama ketika senang maupun susah, sehat maupun sakit, kaya maupun miskin sampai maut memisahkan. Inilah fellowship yakni kebersamaan. Fellowship adalah relasi. Suami isteri berelasi, orang tua anak berelasi, anak-anak bersaudara juga berelasi. Keluargalah wadahnya.

Dalam Fellowship Tuhan Yesus hadir. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."[i]

Bukan di tengah 1000 orang. Jika demikian, salah-salah kita tidak saling mengenal dan merasa sendirian di tengah keramaian. Tidak juga di tengah 1 orang. Kenapa satu orang tidak cukup untuk Tuhan hadir? Kenapa Tuhan Yesus katakan 2-3 orang? Karena firman Tuhan ini juga berbicara mengenai konteks keluarga, ada suami isteri dan anak.

Pada saat Family Altar, kita berkumpul membaca Firman dan doa bersama, Tuhan Yesus hadir. Itulah fellowship yang sebenarnya.

2 - 3 orang juga menyiratkan kasih yang membutuhkan objek. Rahasianya, Allah adalah kasih[ii] dan kasih tidak mungkin hadir dalam diri satu orang saja.

Bila tidak ada kasih antara suami isteri, persekutuan pasti hanyalah pura-pura saja. Konteks kasih terbesar sejatinya terdapat dalam keluarga, karena ada ikatan darah. Darah lebih kental dari air. Suami istri sudah bersatu dalam satu daging. Anak-anakpun dari darah daging mereka. Dalam ikatan ini, kasih hadir.

Ikatan kasih yang terindah adalah Tuhan Yesus yang mengasihi dalam ikatan darah. Darah-Nya yang kudus telah menebus dan menjadikan kita satu di dalam tubuh Kristus.

[i] Matius 18:20

[ii] 1 Yohanes 4 :8

Taken from GARAM & TERANG bagi Keluarga, Bab 10 Not Egocentric